Kerinduan-1

Tags

Renyah. Suara tawa itu dari wajah-wajah sumringah.

Kuedarkan pandang, dan kutemukan momen-momen indah.

Suami-suami, istri-istri, anak-anak. Banyak keluarga kecil di sini. Berkumpul dalam naungan malaikat. Ah, indah memang kalau rumah Alloh seramai ini.

Suami-suami, istri-istri, anak-anak. Terpancar sakinah dalam wajah. Namun entah, ada resah yang menyelinap. Sejenak membuat mata ini kaca.

Ngilu, menggeliat tak tahu malu. Membuatku sesak menahan pilu. Aku mengerjapkan mata, lagi dan lagi. Pura-pura kelilipan. Ah, tentu saja hanya aku yang tahu sesungguhnya apa yang kurasakan.

Sepotong hati yang rindu. Merindumu hadir di sini. Sebagai suami, qowwam, pengayom, pembimbing, bahkan seorang pengawal. Siap siaga mendampingi istri dan anak-anakmu dalam banyak kesempatan, yang sayangnya lebih banyak kau sia-siakan.

Betapa semua idealisme itu indah, memikat, namun menawanku dalam kekecewaan. Asa yang sekian lama menjadi mimpi belaka. Doa yang sekian lama kuuntai dalam setiap helaan napas.
Kini, saat aku merasa lelah dan kalah, hingga harap hampir terlepas dari genggaman. Mungkin inilah saatnya, di mana aku harus maju. Berani mengadu.

Tak ingin selamanya aku diam dan bertahan. Mengumpulkan begitu banyak tangis, penat, dan sakit yang sepertinya kau tak selalu sadar, telah kau torehkan.

Ramadhan, akan kujadikan momen penuh pengharapan. Satu, dua, banyak asa dalam benak, bermunculan. Kepada siapa lagi aku meminta petunjuk jalan? Kalau bukan hanya pada Allah Yang Maha Penyayang.

Advertisements

Bom Waktu

Tags

Ada masa, di mana mengingatmu berarti air mata.
Ada saat, ketika menyebut namamu, adalah luka.
Kala kubercermin  memandangi diri, lantas timbul tanya, “Apakah kau juga merasakan hal yang sama?”

Pernah kau berkata bahwa aku bukanlah korban semata.
Maka aku pun tak dapat berkata-kata.
Mencerna dalam senyap mencari makna.

Tersadar bahwa aku pun telah menggores luka, entah sedalam apa.
Sekian tahun bersama, mengapa aku merasa kita bukan belahan jiwa?
Mengapa begitu sulit, melalui semuanya tanpa begitu banyak duka nestapa?

Maka ketika kita melanjutkan hidup dalam dunia yang berbeda. Terus berjalan seolah tak kurang suatu apa.
Mungkinkah kita sama, siap meledakkan bom waktu yang kita punya?

image

       sumber: http://stat.ks.kidsklik.com

Kisah Hujan

imagesWangi tanah basah menguar. Wajahmu tersenyum. Kau hirup dalam-dalam, bahagia.

 

Semakin deras hujan berderai. Semakin kencang angin bertiup. Semakin lebar senyummu.

 

Aku tahu, kau memang pecinta hujan. Aku tahu, kau adalah penggila romantisme.

Apakah ada hubungannya antara hujan dan romantisme?

 

Mungkin. Ah, tapi hanya kau yang tahu. Satu yang aku tahu, adalah pintamu pada semesta agar aku datang.

Bersama gulungan awan kelam, gelegar petir, pun cahaya kilat.

 

Aku tahu, kau selalu merinduku, mendamba kehadiranku.

Dan inilah aku, menemanimu meski sekejap, untuk mengobati rindumu.

 

09/04/16

On Going: Unpredictable 2016

“Kangen nulis…kangen baca…kangen blogwalking…kangen fbwalking. Mana yang paling gampang alias ga ngoyo? Hehe yang terakhir disebut pastinya”

Beberapa hari yang lalu nyetatus begitu. Memang fbwalking yang paling mudah dilakukan sekaligus mampu melenakan. Kadang tak terasa berapa lama waktu yang terlewatkan dengan fbwalking. Padahal sebagai online seller, gaul dan gentayangan di FB itu sebuah to do list lho. Nyetatus itu adalah sebuah kewajiban, nyetatus yang nampol bisa banyak mendatangkan like dan comment itu sebuah target juga. Nah lo!

Menanggapi statusku itu ada seorang teman yang berkomentar, “Nulis aja mba satu paragraf.” Ah, ya, rugi ah kalo cuma kangen tapi akhirnya ga nulis apa-apa. Sekedar nyampah pokoknya nulis kan udah suatu pencapaian. Paling tidak dihitung sebagai relaksasi. Hehe, bukankah menulis memang suatu cara relaksasi? Buatku itu pasti. Sayangnya, makin hari makin jarang menulis. Berarti makin jarang relaksasi dong? O..o..berarti makin tegang, ga relaks, dan bad mood kah? Sutris? Mudah mangkel dan marah? Capek lahir batin? Jawabannya adalah…..iya…dikit sih :p

Sebagai (orang yang ngakunya) penulis, setiap saat, bila ada kejadian apa pun, pemikiran apa pun, perasaan apa pun itu, biasanya membuat diri ini ngilang ke dunia lain. Merenung, separo ngelamun sambil merangkai kata. Sebenarnya itu adalah ide-ide tulisan kan ya. Sayang kalau tidak dituangkan di media apapun. Entah notes, status fb, terlebih lagi postingan blog. Duh, emaan alias sayaang sekaliii.

Tahun 2016 ini tentu saja banyak harapan akan hal-hal baik yang terjadi. Kali ini tanpa resolusi. Kenapa hayoo? Diri ini orang yang susah berkomitmen, suka mencla-mencle, butuh bantuan keajaiban kalau mau konsisten untuk melakukan sesuatu. Malu rasanya punya banyak resolusi tapi pelaksanaan nol besar. Eerr, eh ga nol juga sih tapi yaa sekian koma lah 😀 Jadi gimana? Belum sempat mikir banyak sih apa aja yang diharapkan di tahun ini. Masih berjalan apa adanya, mengalir bagaikan air. Efek pekerjaan kantor yang bikin capek karena tiada habis. Ada juga bisnis olshop yang butuh waktu dan tenaga, plus kewajiban utama sebagai IRT. Hohoho, jadi ya masih mbulet dengan rutinitas yang ada.

Semoga Allah kasi kesehatan ya, kasi kesempatan. Umur ga ada yang tahu expired-nya kapan. Padahal saking sibuknya kita dengan rutinitas, seringkali kita lupa akan prioritas. Apalagi kalo bukan ngumpulin bekal akhirat cuy. Yuk ah, berbenah bareng. Stay strong dan Fighting!!

 

2016

Buyer Luar Negeri

Ini adalah kali pertama aku mendapatkan transferan duit dari luar negeri via Western Union. Ga jauh-jauh kok, pengirimnya dari Singapura, negara tetangga yang kecil tapi modern dan majunya ngalahi kita itu. Langsung dong aku nanya ke mbah Google dulu gimana cara ngambil duitnya. Ternyata bisa cek transferan via web-nya, langsung deh dicoba. Aku pun memasukkan nama depan dan belakang si pengirim duit dan nomer tanda bukti transfer trus klik deh.

Lah, duitnya kok ga ada. Belum masuk? Bukannya yang beginian real time ya biasanya? Yo wis, besok lagi mau coba, kupikir mungkin butuh waktu apa gimana gitu. Sampai dua hari sesudahnya baru deh tadi aku inget lagi mau cek. Apalagi si buyer sudah menanyakan bajunya. Agak-agak gimana gitu rasanya, yakin sih kalo buyernya jujur, makanya aku kepo kenapa uangnya belum ter-detect dari web.

Tadi cek ulang via web belum ada juga. Telepon kantor Western Union aja dah. Taraa alhamdulillah uangnya sudah ada dan siap diambil. Oalah, ternyata web-nya lagi maintenance makanya ga bisa cek transferan masuk. Olala, panteesss. Langsung deh kasih kabar ke buyer kalau uang sudah masuk, tinggal aku ambil ke agen WU terdekat. Baju dia insya Allah kukirim hari ini via ekspedisi termurah yang aku bisa dapat.

Alhamdulillah, lagi-lagi dapat buyer sabar. As usual, responku agak-agak woles gitu padahal. Sejak dia nanyain baju kali pertama sampai deal dia transfer duit itu ada lah 4-5 harian. Proses yang cukup lama, mengingat dia Line aku pagi, eh aku balasnya sore/malam ^^ *janganditiru* Semoga bisa jadi pelanggan ya, aamiin.

Pernah juga dapat buyer dari Malaysia, tapi karena kebetulan pas suaminya mau ada tugas ke Jakarta, jadi aku tinggal kirim baju pesanannya ke hotel tempat suaminya menginap. Nah, karena suaminya sibuk, dia tidak sempat transfer uang pembayaran baju terlebih dahulu. Dasarnya aku percaya ya sama orang, niat baik aja lah, aku jga insya Allah yakin ga bakal kenapa-kenapa. Jadilah aku kirim baju menyusui Mamigaya pesanan dia telebih dahulu sebelum ada pembayaran. Si buyer merasa berterima kasih banget aku sudah percaya sama dia. Alhamdulillah, suaminya pun transfer uang sebelum dia balik lagi ke Malaysia di sore harinya.

Ini nih salah satu hal yang bikin aku betah jualan, how to connect with people, make a relationship, make a good silaturahim. Doain makin lancar dan berkah yaaa ^_^

 

 WU

Happy Life Happy Blogging

Tik…tok..tik…tok. Detik berjalan amat sangat cepat, bertambah menjadi menit lalu menjadi jam. Tak terasa, puluhan, ratusan bahkan ribuan jam telah terlewati. Hari berganti minggu kemudian bulan, lembaran kalender pun satu persatu kita buka dan kita ganti. Hanya bisa bilang, “Wooooiiii berapa lama sisa waktumu di dunia ini? Hooiii tambah tuwir lhooo ternyata. Sadar ga sih?” Percakapan imajiner dengan diri sendiri yang pasti pernah muncul. Hehe ya ga, ya kan, ya kan? *maksadikit 😀

Itu dia yang akhir-akhir ini jadi bahan perenunganku *tsaah* Terutama sejak menjadi saksi mata kecelakaan yang menimpa suami dari salah satu teman kantor. Bayangan tubuhnya yang sudah tak bernyawa, tergeletak tak berdaya di sisi rel kereta itu acap kali muncul. Well, kita tidak akan pernah tahu kapan giliran kita. Saat ini kita hanya menjadi saksi atas satu, dua, dan lebih banyak lagi teman, tetangga, handai taulan, yang sudah dijemput ajal. Kabar si anu meninggal karena sakit, si itu yang meninggal mendadak, dan seterusnya. Suatu saat nanti, pasti tiba giliran kita. Kapan? Meskipun tak tahu sama sekali, alangkah bijaksananya bila kita mempersiapkan diri saat ini juga.

Gampang? Ga juga sih. Wong manusia itu sering banget kepleset. Ingat mati ga bisa kaya minum obat yang kudu rutin sehari 3x. Sudah keren banget tuh kalau ingat mati bisa 5x sehari pas waktu sholat. Wuih, mungkin sholat kita bisa jauh lebih khusyuk ya bahkan sambil mewek-mewek ingat dosa dan mohon ampun. Kenyataannya? Eeemm, ga gitu juga hehe. Sholat masih nelat, nunggu injury time. Udah nelat, pas sholat malah keinget orderan jualan *tepokjidat*, atau malah teringat si anu, si ini, si itu dan lain-lain dan kawan-kawan.

Kaya aku nih, sehari-hari sok sibuk pake banget. Ngerjain tugas kantor, sembari ngurusi bisnis olshop. Nguplek-uplek aneka sosmed dan messenger. Nah, trus sampai lupa ga nulis blas. Ga dolan ke blog, apalagi blogwalking. Ada gitu lah yang berasa ilang, kangen euuyyy ngeblog. Tujuan utama blogging dulu kan untuk jejak sejarah ya. Nulis yang baik-baik, yang unik dan bisa bermanfaat buat yang baca, plus nulis cerita keseharian yang bisa jadi kenangan buat anak-anakku. Mereka bisa baca, biar mereka tahu kaya apa emaknya yang lebay ini 😀 Nah, makanya si emak ini harus semangat lagi nulis. Biar kata nyampah doang, tapi pasti adalah sedikit yang bisa diambil hikmahnya *pedeabis ^_^

Sebenarnya dulu bikin blog di WP kan memang mau dikhususkan ke passionku ya. Pengennya dulu ya buat latihan nulis dan sharing cerita bisnis. Etapi malah mandeg. Isi blog sih lebih banyak di sebelah, monggo mampir ya hehe. Padahal kalo mau nyari teman blogger yang mantan MP ya paling banyak di WP ini kan. Lebih banyak interaksinya dengan teman blogger yang lain di sini daripada di sebelah sih ya.

Baiklaaah…hayuk..hayuk..mulai lagi cerita-ceritanya. Banyaaaak nih yang mau dibagi, dari cerita trio kwek-kwek di rumah, bisnis, sampai apaan tauk ada deh hohoho.

blog

ngambil dari google

Merindumu

Jejak berbayang rindu
Gurati kisi-kisi kalbu
Senyum dan tangis pun berpadu
Dalam harmoni simfoni lagu

Usahlah duduk termangu
Tiada tangis tergugu
Biarkan rindu tetap rindu
Sejuta rona tanpa belenggu

#averylatepost

Cinta

Tags

Tak ada yang salah dengan cinta
Ia bisa berlabuh di mana saja
Menetapi runtutan takdir cerita
Biarlah ia berkisah tanpa jeda

Tak ada yang salah dengan cinta
Arogansi kita yang menelikungnya
Dusta kita yang menistanya
Lelakon silih berganti antara ada dan tiada

Tak ada yang salah dengan cinta
Seringkali kita hampa akan logika
Membiarkan diri terbang ke angkasa
Atau tersungkur jatuh penuh luka

Tak ada yang salah dengan cinta
Hanya saja, bukan absolut milik manusia
Tak bisa dipaksa datang pun pergi dalam realita
Cinta, sesungguhnya hanya milik Allah semata.

Rasa Rahasia

Tags

Seringkali kumerasa jengah
Rerasa ini hanya hasilkan buncah
Tak terperi angankan indah
Membuat hatiku bungah
Lantas jatuh terjerembab beralas amarah
Lagi dan lagi, memilin tiada henti
Dag dig dug jantungku mati
Sunyi tanpa aktualisasi
Senyap seakan mati suri
Lagi dan lagi, mengutuki diri sendiri
Bibir ini hanya dapat bergetar
Membisikkan namamu hanya dalam mimpi

Buku Nikah

Tags

Pernah kehilangan buku nikah? Itu lhoo yang biasanya kalau artis setelah ijab trus foto-foto, bergaya di depan kamera memperlihatkan buku nikahnya. Nah, kalo sampai ilang gimana ya, duh harus ngurus ke KUA lagi apa ya? Pertanyaan semacam itu yang kemarin ini terlintas terus di kepalaku.

Sejak nikah sampai sekarang, alias 12 th berselang, aku dan suami tuh ga pernah megang buku nikah lho. Duluuu banget, kedua buku nikah warna ijo dan coklat itu kami titipkan ke ortu. Alasannya karena kami sama-sama ceroboh, naruh barang sembarangan, trus ilang deh. Khawatir buku nikah hilang maka kami ga berani bawa merantau.

Mudik kemarin, buku pusaka itu akhirnya berpindah tangan ke pemilik sahnya hehe. Lha moso sekian tahun menikah ga megang buku nikah :p Mama mertuaku memberikan 1 buku dulu (baru ketemu satu) dan 1 lagi beberapa hari kemudian. Nah, rasanya deg-degan ketika buku nikahnya diberikan padaku. Khawatir aku sembrono naruhnya gitu.

Lantas kumasukkan ke dalam tas, lupa tidak kupindah ke tempat yang lebih aman. Kebawa deh dari rumah mertua ke rumah ortu. Eh, si Azzam main bongkar isi tas, kececer itu buku jatuh di lantai. Mak dheg, segera kuambil dan kusimpan rapi. Kemudian ketika buku kedua diberikan, aku kaget, ternyata lupa di mana menyimpan buku yang pertama @_@

Berminggu-minggu setelahnya aku mencari, sampai sms adikku, ngotot minta dicarikan buku nikah itu sampe di kolong kursi ruang tamu dan di dalam kamar tempat aku nginap. Masih jelas di ingatan, buku nikah coklatnya kuselipkan di sebuah buku, tapi lupa buku apa. Kubongkar semua buku alias novel anak-anak bawaan dari Malang. Kucek di dalamnya tidak ada juga. Huahuahua yokpo ikiii?! Aku ga tega mau nelpon mama mertua, ntar beliau ikutan rame nyariin, malu lah daku. Misua aja ga kukasi tahu lho kalo buku nikahnya ilang. Aku berusaha nyari dulu, berharap buku itu tidak tercecer di jalan dan lenyap tak berbekas.

Semalam, aku ngaji sebelum bobo. Kepala migrain, mual juga. Kali aja habis ngaji ntar enakan (enak di hati lah pasti). Si Azzam malah ngegodain, Al-Qur’an warna pink yang kupegang ditarik-tarik pitanya berulang-ulang sampai jatuh. Dia berusaha pegang, ikutan buka-buka. Nah, ketika aku benerin posisi halamannya itulah, ujug-ujug halaman kertas tebal yang lengket di sampul Al-Qur’an pun terbuka. Huaaaa buku nikah coklat ternyata ada di situuuuuuuuu. Alhamdulillah, ternyata aku menyimpannya di sana. *mataberkacakacabahagia